Headlines

Rabu, 29 Agustus 2012

Unknown

Catatan Politik 2009


Saya mengangkat Refleksi Politik sahabat sekaligus Guru saya RD. Poya Hobamatan.

1. Posisi Gereja

1. DASAR IBLIS (YOH. 1:1-18; LUK. 4: 14-22a)


1.1: DI TENGAH KEGELAPAN SEPERTI INI, YESUS DIUTUS BAPA SEBAGAI TERANG DUNIA. WALAU DITOLAK DAN TIDAK DIKENAL, YESUS HARUS SEBAGAI MATAHARI DI TENGAH MANUSIA (Yoh. 1: 1-18)


1.2. Ia akan membongkar cara pandang diskriminatif manusia, yang memandang kaum miskin sebagai kelompok yang harus dibuang; dengan menyampaikan khabar baik kepada mereka. Dengan menyampaikan khabar baik berarti Allah mencurahkan perhatian-Nya kepada mereka, yang justru oleh manusia dilihat sebagai kelompok yang harus dipinggirkan.

1.3. Ia akan membebaskan kelompok manusia yang selalu dibelenggu oleh berbagai lilitan kehidupan, entah itu dalam bidang ekonomi, social, politik, dan budaya. Semua akar persoalan yang menyebabkan orang tidak bisa bergerak harus dibongkar, dan yang buta matanya harus dibuka untuk melihat semua persoalan itu, sebab membongkar tanpa membuka mata, perubahan menuju kebaikan tidak akan tercapai. Itulah kasih yang membebaskan; bukan kasih yang membuat orang terbelenggu. Itulah rahmat yang membebaskan dan bukan rahmat yang membuat membuat orang semakin terpuruk.

2. . DASAR TEOLOGIS
10.2.1. LUMEN GENTIUM (TERANG BANGSA-BANGSA).
10.2.2 GAUDIUM ET SPES (KEGEMBIRAAN DAN HARAPAN BAGI MANUSIA
9.2.3. MEMPERLIHATKAN SITUASI YANG SESUNGGUHNYA DAN MENCARI SOLUSI YANG OBYEKTIF, BUKAN SEKEDAR JUAL KECAP DAN MENIPU RAKYAT DENGAN JANJI-JANJI PALSU. DAN OLEH KARENA ITU INILAH YANG DITAWARKAN, KALAU MAU BAIK.

9.3. JADI BUKAN BERPOLITIK PRAKTIS DEMI KEKUASAAN

9.4. MENUMBUHKAN SIKAP PEDULI DAN TERPANGGIL UNTUK BERBUAT SESUATU SERTA MENGAMBIL SIKAP BERANI DAN PROFETIS UNTUK MENGATASI PERSOALAN-PERSOALAN YANG ADA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT (M3DP, 82)

9.5. LOWER HELPING LOWER

2. ORANG FLORES BATAM DALAM SEJARAH

Gelombang I tahun 1952: Trans Singapura

Gelombang II tahun 1960-an. Trans Singapura

Awal tahun 1980-an: trans ke Malaysia, baru bermunculan suku-suku lain, karena Batam terus dikembangkan menjadi kota industri dan perdagangan.

Awal 1990-an ke Batam

Dengan melihat sejarah seperti ini, kita boleh mengatakan bahwa Orang Flores sesungguhnya memiliki peranan penting dalam sejarah perkembangan Riau-khususnya Riau Kepulauan.

3. PERAN ORANG FLORES
Rahmat.

Pelindung, pemberi rasa aman. Penentu pertumbuhan perdagangan dan industri

Security (jujur, dipercaya, lurus)

4. KELEMAHAN INTERNAL PERAN SECURITAS

Yang berpotensi baik dan cemerlang di bidang-bidang lain sama sekali tidak dihiraukan dan tidak dihargai.

Yang penting perut kenyang; yang penting menjadi tameng/ perisai tanpa menghargai martabat sebagai manusia.

Dijadikan alat dengan harga yang sangat murah, oleh pihak lain, maupun oleh diri sendiri.

Tidak punya wilayah di tengah kota Batam. Semua digusur ke pinggir untuk menjadi pelindung, pagar dan perisai Batam.

5. KELEMAHAN EKSTERNAL (DIMANFAATKAN ORANG LUAR)

DIPAKAI OLEH PENGUASA, PENGUSAHA DAN TOKOH dalam memainkan peran-perannya untuk mewujudkan kerakusannya di Batam. Caranya: membenturkan orang Flores dengan Batak, Orang Flores dengan Alor, membentur kan orang Flores dengan Bugis, lalu membentur orang Flores dengan orang Flores. Kemudian muncul orang-orang Flores yang “mentuakan diri” untuk menyelesaikan persoalan. Kehadiran mereka kemudian diekspose, seakan mereka pahlawan. Lalu mereka dipegang oleh pihak penguasa dan pengusaha untuk menjaga kepentingan mereka. Lucunya bahwa modus operandi ini disenangi oleh orang Flores. “Senang diperalat dan senang dengan kebringasan”.

PANDANGAN PUBLIK YANG KELIRU TERHADAP ORANG FLORES. Akibat yang muncul adalah bahwa orang Flores dipandang sebagai orang-orang kelas TK, yang bodoh, yang miskin, yang buta huruf, tidak berpendidikan. Wilayah kerjanya hanya seputar menjadi alat orang lain, dan bangga dengan jati diri sebagai “alat” dan bukan bangga karena sebagai manusia.

6. Melihat Situasi Orang Flores Dalam 5 Tahun Terakhir
BERAGAM ORMAS: Pertanyaannya adalah mengapa begitu banyak menjamurnya ormas-ormas, tetapi justru warga Flores, NTT, dll terus terpuruk? Karena memang ormas-ormas ini bukan murni untuk membangun dan menyejahterakan, melainkan sekedar dijadikan alat untuk sebuah kepentingan yang tersembunyi.

Salah satu bukti, ketika PPFLOBAMORA menyatakan statement yang keras dalam kasus Base Camp, yang pertama – tama marah, adalah mereka yang menganggap diri tokoh, yang katanya ketua di PERKIT, NTT, dll.

Apa pesan dari reaksi itu? Pesannya adalah bahwa Orang Flores harus menerima nasib sebagai orang yang sekadar dijadikan bola. Citra manusia NTT adalah orang-orang yang tidak berharga. Terima itu. Kalau anda protes membuat kita malu sebagai orang yang tak berharga. Predikat orang yang tidak memiliki nilai itulah predikat yang paling bagus untuk kita. Itu citra kita.

Jadi 5 tahun terakhir ini, ada semacam kemajuan yang semakin mencemaskan, karena orang Flores bukan saja diperalat; melainkan orang Flores memperalat orang Flores. Jeruk makan jeruk.

7. FENOMENA POLITIK ORANG FLORES 2004

Tahun 2004, ada 26-an caleg katolik. Sekitar 20-an orang adalah orang Flores. Kita menghimpun mereka dengan maksud supaya dengan adanya visi bersama, terjadi pengerucutan, agar orang-orang yang didudukan di DPR adalah berkualitas, bermoral, cerdas dan memihak pada situasi dan kondisi masyarakat pinggiran.

Ada 2 Kelompok. Kel. I adalah kelompok caleg yang kurang bermutu dan hanya mengandalkan massa. Kelompok II adalah kelompok orang-orang yang sedikit cerdas, tetapi tidak punya massa, karena mereka selama ini jauh dari rakyat. Kesamaan mereka adalah bahwa mereka semua tidak mau mundur.

Pertanyaan yang waktu itu muncul dalam diri saya adalah: mengapa mereka ditampilkan oleh partai? Mengapa tidak ada yang mau mundur dari caleg, walaupun peluang jadi caleg sangat tipis? Karena sekali lagi mereka tidak malu hanya diperalat asal bisa mendapatkan uang.

Selain mentalitas caleg, rupa-rupanya orang-orang Flores pada umumnya senang dengan “diperalat demi uang”, walau mengorbankan harga diri. Inilah istilah yang paling pas dengan kata “Pelacur”. Mengorbankan martabat demi sedikit uang. Dan peluang itu yang dilihat oleh partai.

Maka Partai memperalat caleg, caleg memperalat massa dengan uang 50.000. Kemudian caleg menjual suara ke calon jadi, sehingga peluang untuk kaya diperoleh; sedangkan kontrak politik dengan massa dibuat saat menjelang “pemilu”, yang sering disebut “SERANGAN FAJAR”.

8. MEMBACA TANDA-TANDA ZAMAN DALAM POLITIK.

I. FLOATING MASS (massa mengambang)

Para caleg tidak punya hubungan keterwakilan apa-apa dengan pemilih. Semua dilakukan dengan serangan fajar.

Para caleg tidak dikenal oleh pemilih, track recordnya tidak diketahui.

Perkenalan dengan caleg hanya melalui 2 MOMENT KAMPANYE: Foto, Orasi, Team Sukses, bisnis suara melalui donasi sesaat (bantuan iklas): kontrak politik.

Calegnya mengandalkan kekuatan bukan pada mutu kepribadian, melainkan pada DANA: foto, orasi (jual koyok, nasi bungkus dan aqua, artis dangdut, serangan fajar)

Akibatnya siapa yang menjadi penyandang dana itu, yang diperhatikan, bukan siapa yang memilih.

DPR sebagai lembaga pembayar utang

Dulu DPR tinggal menyetujui, sekarang DPR menjadi pembuat UU. Kualitas?

II. PERGULATAN DI LEMBAGA LEGISLATIF

a. MENYANGKUT KEUNTUNGAN PRIBADI SEMUA BERSATU

b. MENYANGKUT AGAMA SEMUA BERSATU

c. BUKAN MENYANGKUT KE-PENTINGAN RAKYAT YANG MEMILIH MEREKA

III. 2009 ADALAH TAHUN PENUH KECEMASAN

1. ORBA PUNAH

2. REFORMASI MELEMAH

3. ARUS FUNDAMENTALISME

APA TANGGAPAN KITA ATAS TANDA-TANDA ZAMAN INI?
Mengakui Kesalahan

1. PARA PEMILIH MEMILIH WAKIL YANG SALAH

2. WAKIL YANG SALAH MEMBUAT UNDANG-UNDANG YANG SALAH

3. PEMERINTAH MENJALANKAN UU YANG SALAH ITU

4. HASILNYA RAKYAT MENDERITA

10. MEMBANGUN KONSEP STRATEGIS

10. 1. MEWUJUDKAN VISI DAN MISI YESUS ITU YAKNI:

10. 1. 1. MENCERAHKAN BAHWA IMAN TIDAK BOLEH DBAGI 2. TUHAN ALLAH # JANGAN DIPISAH DENGAN SESAMA; SURGAWI # DUNIAWI; EKONOMI, POLITIK, BUDAYA SEAKAN TIDAK ADA SANGKUT PAUT DENGAN IMAN; DUNIA SEAKAN PUNYA HUKUM SENDIRII (RIMBA), SURGA PUNYA HUKUM SENDIRI. YESUS SELALU MENGIDENTIKKAN DIRINYA DENGAN SESAMA YANG MENDERITA.

10.1.2. DOA BAPA KAMI: DI BUMI SEPERTI DI SURGA

10.1.3. MEMPERLIHATKAN AKAR MASALAH YANG SESUNGGUHNYA

10.1.4. MEMBUKA MATA ORANG-ORANG FLORES, AGAR JANGA LAGI TINGGAL DALAM KEGELAPAN (PEMBERDAYAAN DAN PENYADARAN)

11. MENAWARKAN SOLUSI DENGAN MEMPERSIAPKAN ORANG-ORANG (KADERISASI):

10.2. 1. ORANG CERDAS YANG MERAKYAT.

A. Rakyat butuh orang yang sungguh merasakan penderitaan, keterhempasan, dan keterbuangan di tengah perjuangan hidup yang selalu menggunakan filsafat Hobesan.

B. Rakyat butuh orang-orang yang secara kritis membaca setiap kata UU yang ditawarkan, dan berani menjadi martir untuk membela mereka bila kata-kata itu ternyata untuk menjadi senjata penindas di kemudian hari.

10.3. MAMPU MEMBENTUR TEMBOK DEMI KEPENTINGAN RAKYAT BAWAH, karena pernah merasakan penderitaan (SPIRITUALITAS).

10.4. DIPERCAYA: JUJUR, BERIMAN SEJATI, MAMPU MENGEMBANGKAN VISI DAN MISI YESUS

10.5. MEMUNCULKAN KADER-KADER KATOLIK DALAM BERBAGAI BIDANG KEMASYARAKATAN KHUSUSNYA DALAM BIDANG SOSIAL POLITIK, MELALUI PEMBINAAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN MASYARAKAT (M3DP, 95)

10.6. BUKAN DISIAPKAN PARTAI, MELAINKAN PARTAI ADALAH ALAT

10.7. FLORES HANYA KEBETULAN

10.8. KATOLIK/MUSLIM (ANDREAS, NURDIN ATAU JAY)

10.9. Kita butuh Partai Katolik, tetapi kita lebih butuh kualitas pribadi katolik yang melekat dengan jati diri para calon. PKDI (PUSAT), TETAPI DI Provinsi dan Kota lebih pada pribadi katolik, walau dari partai lain, sambil melihat perkembangan 5 tahun ke depan. ( KATOLIK TAPI ORANG-ORANGNYA OPORTUNIS)

10.10. BISA MASUK KE SEMUA PINTU DALAM KERANGKA MEMBANGUN JEJARING

Subscribe to this Blog via Email :
Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
Unknown
AUTHOR
00.02.00 delete

Mungkin banyak yang bersentuhan dengan Batam dengan segala persoalannya ini sebuah Refleksi Politik seorang Imam Projo Keuskupan Pangkalpinang yang bersama saya dan beberapa teman asal NTT ditahun 2009 berkeliling dari satu komunitas ke komunitas masyarakat perantau asal NTT membangun kesadara politik mereka...

Reply
avatar

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.