Headlines

Rabu, 04 Maret 2015

Unknown

Pasar Buah Sarotari Jadi Tempat Tidur Anjing.

Banyak Fasilitas Mubazir
Oleh: Wentho Eliando

(Biasanya setiap malam atau sore kami di Istana Akar Rumput (IAR) baru bisa menikmati berita Koran kebanggaan Masyarakat Flores yakni Flores Pos. Ada yang menarik dari pemberitaan Flores Pos Senin 2 Maret 2015 di halaman FLOTIM dengan judul diatas. Untuk itu saya menaikannya untuk kita semua.)

Larantuka, Flores Pos.
Los Pasar Buah Sarotari yang letaknya berdampingan dengan gedung Multievent Hall Orang Muda Katolik di depan kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) FLOTIM Larantuka menjadi tempat tidur Anjing. Dari kejauhan bangunan pasar itu tampak seperti bukan tempat Pasar. Di depannya sampah berserakan. Di sekelilingnya tumbuh rumput liar tinggi – tinggi.

Pantauan Flores Pos pada Sabtu (28/2) siang tampak tiga ekor anjing tidur nyenyak di Los Pasar Buah itu.

Warga kota Larantuka Paulus Key kepada Flores Pos Sabtu (28/2) siang mengatakan selain Los Pasar menjadi tempat tidur Anjing, pada malam hari bangunan Pasar Buah itu gelap gulita. Tidak tersedia lampu penerangan jalan atau lampu dalam areal Pasar. Pendatang baru bisa saja mengira itu pekuburan umum.

“Pasar dibangun tanpa perencanaan, ya, seperti ini jadinya, hingga kini tidak difungsikan. Masa ditengah kota dibangun Pasar Buah. Aneh – aneh saja pemerintah kita ini. Hanya buang – buang anggaran. Lebih baik bangun pasar souvenir atau pasar hasil kerajinan lokal dan kuliner lokal. Atau anggaranya untuk bangun jalan di desa – desa terisolasi di FLOTIM daratan yang kondisinya saat ini masih jauh dari memadai”, kata Paulus Key.

Pedagang Tidak Tahu.
Pasar Buah Sarotari dibangun atas kerja sama Kementrian Perindustrian dan Perdagangan dengan Pemerintah Kabupaten FLOTIM melalui Dinas  Perindustrian dan Perdagangan tahun anggaran 2014. Oleh para Pedagang Buah sendiri Pasar ini tidak ditempati. Mereka lebih memilih menjual buah – buahan di Pasar Umum seperti di Pasar Inpres Larantuka atau pada sebagian badan jalan umum di Kota Larantuka atau di pinggir jalan dan trotoar.

Nurharyati, pedagang buah musiman di Larantuka kepada Wartawan, Jumat (27/2) pagi, mengatakan ia tidak mengetahui ada pasar Buah di Larantuka. Karena itu, dengan mobil Pick Up ia menjual buah – buahan di pinggir jalan umum di sekitar Pasar Inpres larantuka. Ia memilih tetap berjualan keliling karena tidak ada tempat khusus untuk berjualan buah – buahan. Juga tidak ada sosialisasi atau diarahkan agar Para Pedagang Buah menempati Pasar Buah Sarotari.

Tempat Jemur.
Suasana kurang lebih sama terlihat di Los menyerupai Pasar di Areal Terminal Weri, Kelurahan Weri. Los itu sekarang menjadi tempat jemur pakaian para penghuni yang tinggal disekeliling bangunan tersebut.

Sementara itu, Pasar Ikan PPI Amagarapati yang dibangun dengan Dana Ratusan Juta bahkan Miliaran Rupiah tidak difungsikan Optimal. Bangun Megah itu kosong.  Para Pedagang berjualan persis di pintu masuk Pasar. Tidak tampak ada penertiban. (Editor; Frans Anggal)



Subscribe to this Blog via Email :
Previous
Next Post »

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.