Headlines
Tampilkan postingan dengan label Opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opinion. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Februari 2015

Unknown

Sawah Konga: Pembukaan Lahan Baru tanpa Saluran Irigasi.

Menyebut Konga bagi masyarakat Kabupaten Flores Timur (FLOTIM) tidak asing karena tempat ini lebih dikenal areal Pesawahannya. Pembangunan dibidang pertanian dimasa kepemimpinan Bupati Yoseph Lagadoni Herin dan Wakil Bupati (WaBup) Valentinus Tukan menjadi sebuah pilar dalam program utama yang dikenal dengan GERBANG EMAS sehingga Konga menjadi sebuah ikon keberhasilam Pemerintahan saat ini dalam membangun Pertanian di FLOTIM. Untuk mensukseskan GERBANG EMAS Pemerintah Kabupaten FLOTIM dan Pemerintah Propinsi NTT dalam dua tiga tahun anggaran ini mengalokasi dana APBD  yang tidak sedikit dalam program perluasan areal persawahan.

Untuk itu pada tahun anggaran 2012 Pemerintah  Propinsi NTT mengalokasikan anggaran untuk perluasan areal persawahan Konga yang dimiliki petani yang berasal dari Desa Lewolaga seluas 63 sebesar 10/ha. Program ini dirasakan baik oleh petani namun tidak dibarengi dengan pembuatan saluran irigasi sehingga perluasan lahan yang sudah dikerjakan itu menjadi mubasir. Ini terlihat jelas saat kami mendatangi Persawahan Konga dimana bekas perluasan lahan persawahan itu saat ini ditubuhi rumput Soko yang menyerupai tebu.

Informasi ketidak bermafaatnya program perluasan lahan persawahan Konga ini berawal dari diskusi di media sosial yang ramai didiskusikan di GROUP SUARA FLOTIM. Dari informasi ini  kami bersama dengan Mikhael Mike Hayon anggota DPRD FLOTIM DAPIL Solor dan beberapa awak Media baik local maupun Nasional pada hari Kamis 29 January 2015 mendatangi Persawahan Konga guna melihat dari dekat sekaligus mencari informasi tambahan persoalan tersebut. Saat mendatangi Persawahan Konga kami bersama Bapak Yohanes Pehang Hera dan Fransiskus Emanuel B. Maran Petani Konga yang berasal dari Desa Lewolaga. Yohanes Pehang Hera adalah Netisen yang mengangkat persoalan ini dalam diskusi di media sosial.

Di lokasi Persawahan Konga kami melihat  lahan persawahan yang dikerjakan dalam program perluasan
lahan persawahan Konga mubasi. “Gimana kami bisa mengolah lahan baru yang kami buka untuk menjadi persawahan yang seperti yang kami idam – idamkan kalau saluran Irigari yang mengairi areal yang baru dibuka itu tidak ada” ungkap Saverianus Tenus Suki ketua BPD Desa Lewolaga saat ditemui di Persawahan Konga. Kalaupun saat ini dari lahan yang dibuka baru itu ada yang diolah menjadi sawa dengan saluran Irigasi seadanya atas Swadaya masyarakat.

Kepada awak Media Saverianus Tenus Suki Ketua BPD sekaligus Petani yang memiliki Sawa di Konga sangat menyayangkan kalau program yang menggunakan Dana APBD menjadi mubasir karena tidak melalui sebuah studi kelayakan dan perencanaan yang memadai. Saat dikonfirmasi Mikhael Hayon anggota DPRD FLOTIM apakah selama ini ada pungutan semacam persentasi atas Program yang dijalankan oleh pihak Dinas Pertanian dan Peternakan FLOTIM Pak Rius begitu dia dipanggil mengatakan soal itu dia kurang tahu.

Rius Suki juga menyampaikan tahun ini petani Konga mendapat Program 1.200.000 Rupiah per ha sebagai dana rangsangan namun program ini belum direalisasikan dan ada informasi yang kami dengar akan ada Tentara yang turun ikut mengerjakan sawa dalam program ini. Oleh karena itu harapan kami  program tahun ini tidak boleh gagal seperti dua program terdahulu karena kalau dihitung maka ini program yang ketiga dalam tiga tahun belakangan.

“Kami berharap agar program Dinas Pertanian dan Peternakan FLOTIM untuk petani di Persawahan konga direncanakan dengan matang” tambah Yohanes Pehan Hera dan Fransiskus Emanuel B. Maran yang turut mendampingi kami saat mendatangi Persawahan Konga.

Kepala Desa Lewolaga Nikolaus Beoang saat dikonfirmasi mengatakan program perluasan areal persawahan pembiayaannya dari APBD Propinsi NTT tahun anggaran 2012, saat itu saya belum jadi Kepala Desa, dengan jumlah anggaran 10 juta/ha untuk 63 ha. Dari 63 ha yang dikerjakan 51 ha digarap petani hingga kini tapi tidak maksimal karena saluran Irigasinya seadanya, sedangkan 12 ha gagal. Memang ketiadaan saluran Irigasi dirasakan memberat Petani karena mereka harus selain mengerjakan perluasan areal persawahan juga dengan swadaya mengerjakan saluran Irigasi.

Soal ada Tentara yang akan turun ikut mengerjakan sawah karena program tahun ini yang 1.200.000/ha dari APBN dimana melibat institusi Tentara, demikian Nikolaus Beoang Kepala Desa Lewolaga.

Perlu diketahui bahwa kepemilikan lahan Persawahan Konga adalah Petani dari tiga Desa yakni Desa Konga, Desa Kobasoma (kampung Kanada) dan Desa Lewolaga. Luas keseluruhan lahan persawahan di Konga kurang lebih 100 an ha yang sebagian besar dimiliki Petani dari Desa Lewolaga dengan luas kurang lebih 70 an ha.



Larantuka di Istana Akar Rumput 4 Februari 2015


Andreas Soge
     

Rabu, 02 Juli 2014

Unknown

Kolumbia yang aduhai.


Datang sebagai team yang tidak diunggulkan ternyata diluar dugaan banyak pengamat Kolumbia keluar menjadi Juara group. Setelah lolos ke babak enam belas besar sebagai Juara Group dan melawan Uruguai yang menyingkirkan dua team besar dunia yakni Inggris dan Italia, semua mengatakan Kolumbia akan mudah dikalahkan Uruguai yang sudah dua kali menjuarai Piala Dunia.


Dihuni mayoritas pemain Muda Kolumbia membuat Uruguai tak berkutik. Babak pertama Kolumbia unggul 1:0. Gol yang diciptakan James Rodrigues pemain dengan nomor punggung 10 lewat tendangan firt time setelah mengontrol bola dengan dadanya. Kedudukan ini memotivasi daya dobrak anak - anak muda Kolumbia menguasai pertandingan babak pertama sehingga mampu mempertahankan kedudukan 1:0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua kedua team mencoba saling menekan sejak pluit dibunyikan terutama Uruguai yang ingin membalas kekalahan. Disaat Uruguai betusaha membalas kekalahannya justtu Kolumbia kembali unggul lewat sebuah serangan balik yang apik heading pemain no 11 disambut sontekan pelan James Rodrigues merubah kedudukan menjadi 2:0 untuk keunggulan Kolumbia. 

Setelah unggul 2:0 Kolumbia menurunkan ritme permainannya sehingga Uruguai sempat beberapa kali mengancam gawang Kolumbia namun ancungan jempol pantas diberikan kepada penjaga gawang Kolumbia yang mampu menyelamatkan gawangnya dari gempuran Uruguai. 

Hingga pluit panjang dibunyikan kedudukan tetap 2:0 untuk Kolumbia sekaligus mengantar James Rodrigues sebagai pencetak gol terbanyak saat ini dengan 5 gol dalam empat pertandingan. 

Selamat untuk pasukan muda Kolumbia yang lolos ke delapan besar menghadapi sang Tuan rumah Brasil. Kita tunggu apakah pasukan Muda Kolumbia mampu membuat kejutan dengan menyingkirkan Brasil? Entah apapun hasilnya nanti saya yakin pertandingannya pasti akan seru. 

Utan Kayu, 1 Juli 2014

Andreas Soge

Sabtu, 21 Juni 2014

Unknown

Tanggal/hari meninggalnya BK adalah tanggal/hari lahirnya JOKOWI.


Sore ini iseng - iseng hidupin TV dan mencari chanel maka ketika muncul MetroTV ada acara khusus tentang Bung Karno (BK). Pertanyaan muncul dalam rangka apa gerangan ada acara seperti ini. Pertanyaan itu terjawab ketika beberapa saat mengikutinya. 

Menonton acara tentang BK di MetroTV pasti berbagai pendapat akan muncul apalagi testimoninya datang dari orang2 terdekatnya seperti Megawati yang adalah Putri kandung BK. Terlepas dari semua itu ternyata hari ini adalah tanggal dimana BK meninggal dan ternyata tanggal meninggalnya BK adalah hari kelahiran salah satu CAPRES yakni CAPRES no 2 yakni Sdr. Joko Widodo yang lebih dikenal dengan sebutan JOKOWI. 

Apakah ini sebuah tanda - tanda jaman? Apapun namanya tetapi dalam situasi seperti saat ini semua orang akan menghubung - hubungkan kesamaan dengan perhelatan Demokrasi pada tanggal 9 Juli 2014 nanti. 

Dengan kesamaan ini dan kalau saja JOKOWI sanggup menyerap energi positip BK selama perjuangan Memerdekakan dan Memimpin Negeri ini maka ada harapan besar dari Rakyat Indonesia agar Bangsa ini harus mengalami perubahan seperti yang dilakukan BK dengan "MEMERDEKAKAN BANGSANYA"..

Bekasi, 21 Juni 2014


Andreas Soge
Unknown

PEMBUNUH RAKSASA


Team - team kuda hitam datang ke Brasil tanpa beban namun menjadi pembunuh bagi team - team raksasa ini ditunjukan oleh kesebelasan Chilie dan Costa Rika. Setelah Chilie memulangkan Juara bertahan Spanyol malam ini Costa Rika membuat Italia tak berkutik. 

Bermain tanpa beban sejak awal dipertontonkan Costa Rica ini membuahkan hasil pada menit ke 44 heading Ruis sang Kapten bernomor punggung 10 merubah kedudukan menjadi 1:0 untuk Costa Rika. Hasil ini bertahan hingga pertandingan berakhir.

Dengan hasil pertandingan malam ini dimana team kuda hitam Costa Rika membalikan keadaan dengan mengalahkan Italia walaupun masih ada harapan buat Italia pada pertandingan terakhir melawan Uruguai dan pertandingan ini nanti adalah pertandingan hidup matinya Italia dan Uruguai. Hasil pertandingan malam ini mengantar Costa Rika ke babak 16 besar. Ucapan selamat patut diberikan kepada team kuda hitam Costa Rika karena menjadi kesebelasan pertama di Group ini yang lolos. Pertandingan terakhirnya melawan Inggris tidak berpengaruh lagi. 

Hasil pertandingan baik Chilie melawan Spanyol serta Costa Rika melawan Italia patut kita beri gelar "Pembunuh Raksasa" walau terdengar bombastis namun mereka layak mendapatkan gelar itu.

Bekasi, 21 Juni 2014


Andreas Soge
Unknown

ADIOS SPANA.



Membicarakan sepak bola dunia saat ini pikiran orang langsung tertuju pada Team Spanyol/Spain. Hal ini lumrah karena 8 tahun belakangan ini Team ini merajai Eropa dan Dunia. Di kancah Eropa Spain menjuarai piala Eropa yang dikenal dengan sebutan Euro dua kali berturut2 yakni tahun 2008 dan 2012 sedangkan dalam kancah Dunia kita tahu keberangkatan Spain ke Brasil dalam piala dunia kali ini sebagai Juara Bertahan.

Dengan melihat prestasi yang begitu mentereng maka sebelum Piala Dunia ini berlangsung semua yang ditanya kandidat terkuat Juara Dunia kali ini jawabannya adalah Spain selain Brasil sebagai Tuan rumah perhelatan. Namun apa yang diperlihatkan Spain pada dua pertandingan baik melawan Belanda maupun Chilie anggapan akan kedigdayaan team ini dengan sendirinya sirna.

Saat pertandingan pertama melawan Belanda semua orang mengatakan Spain akan menang muda apalagi pada menit ke 20 an Spain sudah unggul duluan melaui tendangan pinalti Alonso. Ternyata euforia kemenagan ini tidak bertahan lama karena Belanda menyamakan kedudukan melalui sebuah heading manis bak Superman terbang dari Van Persie. Ini adalah malapetaka buat Spain karena setelah turun minum Belanda kembali menambah 4 gol lagi sehingga sang juara bertahan dipermalukan dengan skor 5:1. Malam itu Belanda menuntaskan dendam kusumatnya atas kekalahannya pada Final 2010 silam.

Kekalahan Spain atas Belanda malam itu oleh para pengamat dan penggemarnya dianggap bukan akhir perjalanan Spain di Piala Dunia kali ini. Oleh karena ini harapan begitu besar agar saat menghadapi Chieli pada pertaningan keduanya Spain bisa bangkit mengalakan Chieli agar harapan baru buat sang Juara Dunia untuk terus melaju dalam babak selanjutnya.

Kamis dini hari dimana semua mata tertuju pada pertandingan antara Spain vs Chieli berlangsung ternyata harapan itu tinggal harapan belaka karena team Chieli yang sejak awal tidak diperhitungkan membalikan semua prediksi para pengamat dan harapan penggemar Spain dengan membungkam Spain 2:0 tanpa balas. Maka sekedar ikut berprediksi saat usai pertandingan dengan rasa hormat kepada juara bertahan Chieli menyampaikan "ADIOS SPAIN".

Bekasi, 19 Juni 2014



Andreas Soge

Rabu, 18 Desember 2013

Unknown

Pemilu dan Demokrasi Prabayar


Oleh Bonne Pukan
Hajatan Nasional pemilu legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) tahun depan sudah semakin dekat. Saat ini semua kota mulai dari kecamatan, kabupaten, provinsi hingga di Jakarta sudah memulai “perang” alat peraga dari semua parpol plus para calon baik legislatif maupun presiden. Kegigihan Badan Pengawas Pemilih (Bawaslu) di tingkat pusat dan provinsi terutama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di tingkat kabupaten dan Kota pusing menghadapinya..

Atribut parpol dan baliho para caleg yang terpasang di tempat-tempat strategis memang dilarang, karena belum waktunya sesuai aturan KPU. Panwaslu menertibakannya dengan membongkar baliho dan atau atribut parpol lainnya yang terpasang di tempat-tempat umum kecuali di kantor atau sekretariat  Parpol masing-masing.

Namun, Panwaslu memang hanya berhasil membongkar atribut tersebut di jalan-jalan protokol, sementara di jalan-jalan kecil apalagi lorong-lorong pemukiman warga, alat-alat peraga itu masih tetap terpampang.

Kita semua tentu berharap, penyelenggaraan puncak acara pesta demokrasi lima tahunan itu dapat berjalan lancar dan sukses. Karena itu, sungguh layak dan sepantasnya apabila sejak jauh-jauh hari ini semua pihak concern memberikan perhatian dan dukungan pada lembaga-lembaga yang terkait dengan pelaksanaan pemilu agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Lembaga-lembaga itu, misalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten/Kota.

Kita percaya, apabila semua lembaga yang terkait dengan pelaksanaan pemilu sudah bekerja dengan baik, maka kemungkinan munculnya konflik, gangguan, hambatan, dan kegagalan pemilu dapat ditekan seminimal mungkin, dan hasilnya tentu pemilu yang sukses, berkualitas, dan aman.

Pengawalan terhadap pelaksanaan pemilu itu menjadi sebuah perhatian serius, karena ada semacam sinyalemen yang berkembang saat ini bahwa pelaksanaan Pemilu 2014 rawan konflik, dan sumber potensi konflik itu ditengarai justru bisa berada pada lembaga-lembaga terkait pelaksanaan pemilu.

Potensi konflik berikutnya ada pada partai-partai politik, terutama terkait dengan proses dan persaingan antar calon-calon anggota legislatif (caleg), baik caleg antarpartai maupun caleg separtai. Karena itu, diharapkan masing-masing partai politik perserta pemilu dapat mengantisasi hal itu dengan membuat aturan yang jelas dan tegas.
Potensi konflik terakhir ada di Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan membahas perkara
gugatan terkait pelaksanaan pemilu. Potensi konflik di MK ini menjadi semakin serius pasca kasus Akil Mochtar yang membuat kredibilitas dan kewibawaan MK anjlok.

Demokrasi Prabayar

Mencermati pemikiran ekonom senior Rizal Ramli yang disampaikan pada diskusi publik bertajuk ‘Refleksi Akhir Tahun dan Menuju Perubahan Indonesia tahun 2014′ di Jakarta beberapa waktu dalam sebuah media cetak ibu kota, ternyata sungguh menarik untuk didiskusikan kembali lebih mendalam sesuai kondisi riil di daerah Nusa Tenggara Timur.

Rizal Ramli yang pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian pada era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Almarhum) dengan tegas mengatakan, demokrasi yang kini dikembangkan di Indonesia adalah demokrasi prabayar. Para calon pejabat membayar rakyat dengan uang agar terpilih dan berkuasa. Akibatnya, demokrasi menjadi sangat mahal karena sarat dengan money politic. Demokrasi prabayar juga tidak akan menghasilkan pemimpin yang hebat yang bekerja untuk rakyatnya.

Pemikiran Rizal Ramli ini memang benar adanya. Para calon pejabat publik, baik di eksekutif maupun legislatif bisa melakukan praktek membeli suara rakyatnya. Padahal uang yang mereka gunakan mungkn saja berasal dari tindakan kriminal juga, seperti korupsi. Kalau kemudian rakyat menuntut mereka bekerja untuk bangsa, mereka berkilah sudah ditunaikan pada waktu kampanye, yaitu saat mereka membayar Rp 100.000 untuk tiap suara yang mereka peroleh.

Praktek politik transaksional seperti inilah yang akan merusak tatanan demokrasi di Indonesia. Politisi yang memiliki uang akan mudah memenangkan pertarungan politik karena dia mampu membayar suara masyarakat hanya dengan nilai minimal Rp 50.000 untuk satu suara.

Kenyataan di NTT memang membenarkan pemikiran Rizal Rami itu. Kita bisa melihat dengan mata telanjang betapa pemimpin kita di daerah ini yang memenangkan pertarungan politik hanya dengan mengandalkan uang. Dan ketika kekuasaan sudah berada di tanganhya, kepentingan rakyat diabaikan bahkan bisa saja rakyat diadu domba dan terciptalah perang saudara.

Demokrasi parbayar mengakibatkan rakyat mengalami “penderitaan” selama lima tahun. Harapan dan bahkan tuntutan serta kepentingan rakyat akan dengan sangat muda diabaikan. Hal itu disebabkan rakyat memilih pemimpinnya bukan karena kualitas, tapi demi keuntungan jangka pendek yang didapat saat kampanye seperti uang dan atau barang.

Kenyataan miris seperti ini harus segera dihentikan dan diganti dengan demokrasi pasca bayar. Kita memilih pemimpin kita baik eksekutif maupun legislatif dengan hati nurani kita dengan berdasarkan kapabilitas calon yang relatif hebat dan amanah yang akan bekerja habis-habisan untuk bangsa dan rakyat.

Sejalan dengan pemikiran Rizal Ramli tersebut, Kanis Pari yang santer dengan sebutan Bung Kanis dalam buku “Jangan takut berpolitik” mengatakan, politik menjadi ketrampilan putar balik, hukum menjadi elastic dan bila perlu dilanggar, norma susila diperkosa, hak azasi tidak berarti, hukum kafir itu menjadi panglima dan demi mencapai tujuan, segala cara dihalalkan. Pokoknya menang, lawan politik harus tumbang.

Akibat dari semua itu maka, sangat tidak ada manfaatnya ketika setiap kali dalam sebuah hajatan politik orang mulai berteriak di panggung kampanye atau dimana saja bahwa Vox Populi Vox Dei (Suara Rakyat adalah Suara Tuhan) hanyalah sebuah bualan belaka. Karena saat seperti sekarang ini telah bergeser menjadi Vox Populi Vox Pecuniae (Suara Rakyat adalah suara uang), dan semakin nyatakan politik atau demokrasi prabayar seperti yang dilecutkan Rizal Ramli.***

Sumber: FBC 18/12/2013
Foto: Bone Pukan


Kamis, 12 September 2013

Unknown

PASAR GELAP KEKUASAAN Oleh : Rocky Gerung


Pada akhirnya kekuasaan itu menggelembung. Di tangan Presiden kini terkumpul kekuasaan eksekutif dan legislatif sekaligus. Sekber Koalisi Partai yang baru saja dibentuk, jelas dimaksudkan untuk menyatukan semua kepentingan politik.


Persoalan kita terutama bukan tentang jumlah kekuasaan yang menumpuk pada presiden, tetapi motif penumpukannya. Aburizal Bakrie tentu berkepentingan dengan mesin kekuasaan itu, sama halnya Presiden berkepentingan dengan figur Aburizal Bakrie. Sebagai Ketua Golkar, Bakrie adalah faktor dalam stabilitas politik. Presiden tentu memerlukannya. Tetapi Bakrie juga adalah pengusaha besar. Ia tentu berkepentingan dengan kebijakan-kebijakan strategis negara. Jadi, apakah sesungguhnya tali pengikat koalisi besar itu? Suatu strategi Indonesia sejahterakah? Atau semata-mata ia hanyalah manuver taktis yang dasarnya adalah tukar-tambah politik intra elit, yang sama-sama terlilit oleh kepentingan-kepentingan taktis jangka pendek?


Di dalam sejumlah keterangan pers, pihak Presiden dan Aburizal Bakrie secara senada menyebutkan maksud mulia dari pembentukan Koalisi Besar itu. Tetapi keterangan politik tentu harus dibaca secara terbalik.


Politik Indonesia hari ini, tidak ditentukan di Parlemen, melainkan di dalam jaringan Kartel Bisnis-Politik. Yaitu jaringan yang dikuasai oligarki kepentingan jangka pendek, yang melihat politik semata-mata sebagai pasar gelap, tempat kekuasaan didagangkan di belakang hukum. Apa akibatnya pada kebijakan publik?


Kebijakan publik adalah peralatan negara untuk menyelenggarakan keadilan sosial. Dengan prinsip itu Pemerintah bermanuver mengatasi rintangan dan kepentingan politik partai-partai. Tetapi di dalam pasar gelap politik, kebijakan publik tidak dapat mencapai tujuan etisnya, yaitu keadilan sosial, karena kontrol terhadap pembuatan kebijakan tidak lagi dimungkinkan.


Kartel bisnis-politik adalah struktur bawaan orde baru yang masih kuat bercokol dalam sistem ekonomi-politik hari ini. Ia menghasilkan mega-korupsi, manipulasi pajak dan jual-beli proses legislasi. Pada pemerintahan hari ini, kartel itu tumbuh karena keragu-raguan presiden dalam berhadapan dengan para pelaku politik pasar gelap. Tapi mungkin juga karena kekuasaan presiden selama ini memang diasuransikan di dalam kartel itu.


Bisnis yang berkompetisi dengan memakai peralatan kartel , pasti tidak peduli terhadap aspek efisiensi, karena keuntungan dapat dicapai tanpa perlu masuk dalam kompetisi pasar yang sehat. Inilah hambatan politik keadilan sosial dan keadilan berbisnis.


Reformasi birokrasi adalah upaya politik untuk memastikan bahwa kebijakan publik hanya dilaksanakan demi kepentingan "yang publik". Dan itu berarti bahwa reformasi birokrasi juga dimaksudkan untuk menghalangi aktivitas kartel.


Indonesia yang bermutu memerlukan pemerintahan yang teguh dan bersih. Yaitu pemerintahan yang mengucapkan politik sebagai pemenuhan keadilan sosial, karena demi itulah kebijakan publik diselenggarakan.


Kekuasaan itu akhirnya menggelembung. Koalisi taktis Presiden dan Aburizal Bakrie mungkin dapat mengakhiri berbagai kontroversi politik selama ini. Faktor Sri Mulyani telah teratasi. Politik sejenak stabil, ekonomi masih bertumbuh. Tetapi persoalan kini adalah: bertumbuhkah demokrasi kita bila kebijakan publik tidak dapat diawasi oleh publik?

Paseban Barat; 12 September 2013

Andreas Soge

Kamis, 18 Juli 2013

Unknown

Berbuka cukup dengan PISANG GORENG dan DABU - DABU.

Membicarakan Puasa buat saya bukan hal baru dan aneh karena sejak menginjakkan kaki di Samarinda tahun 1989 sejak itu Bulan Ramadan menjadi bagian dari keseharian saya setiap tahun. Memang tidak bisa dipungkiri tahun – tahun pertama saya mengalami Bulan Puasa ada sesuatu yang mengganjal karena persoalan saling menghargai antara yang berpuasa dan yang tidak berpuasa namun seiring perkembangan waktu dan semakin luasnya pergaulan maka semua itu menjadi biasa dan kadang mendatangkan Rahmat tersendiri buat saya pribagi. Tetapi yang ingin saya sampaikan dalam coretan ini bukan sebuah penghayatan akan Ibadah Puasa seperti yang sering kita dengar lewat da’wa para cerdik pandai namun sebuah refleksi pribadi saya ketika bersama Komunitas Mahasiswa asal Halmahera Selatan di Jakarta yang sebelumnya saya kenal lewat SEKBER BURUH kebetulan beberapa dari mereka tergabung dalam organisasi Mahasiswa PEMBEBASAN yang nota bene menjadi bagian dari SEKBER BURUH.

Sejak Mei 2013 ketika Sekretariat Nasional Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) untuk sementara pindah di Jl. Paseban Barat Gang II ada sesuatu yang menarik karena kami lebih bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar dikarenakan Sekretariat kami berada di gang sempit yang secara tidak langsung membuat kami setiap pagi ketika membuka pintu langsung mendapati orang lalu lalang di depan tempat dimana kami tinggal yang sekaligus juga menjadi Sekretariat kami. Dalam perjalan waktu kami memutuskan mencari kontrakan untuk sekretariat SBMI yang kami dapat di sekitaran Utan Kayu namun berhubung rumah yang telah kami bayar ini harus dibetulin dibeberapa bagian diakibatkan bocor maka kami masih saja betah di Paseban Barat gang II. Disaat sedang menanti berita selesainya pembetulan sekretariat baru kami Bung Ramses D. Aruan selaku Wakil Ketua Umum SBMI mendapat kontak dari Bung Ino PEMBEBASAN menanyakan kalau nanti pindah ke Utan Kayu siapa yang meneruskan Kontrakan di Paseban Barat Gang II maka dalam komunikasi itu Bung Ino menyampaikan keinginan agar kontrakan di Paseban Barat Gang II setelah SBMI pindah ke Utan Kayu agar bisa diteruskan oleh mereka dalam hal ini PEMBEBASAN. Informasi ini sempat saya dan Bung Ramses Diskusikan dan menyepakati bahwa kontrakan ini diteruskan oleh PEMBEBASAN dan mereka boleh mulai masuk menempati walau kami juga masih menghuni kontrakan ini.

Sejak Mahasiwa PEMBEBASAN mulai menempati kontrankan ini bulan Juli 2013 yang nota bene juga masih berbagi dengan kami sejak itu saya semakin mengenal mereka ternyata yang menempati kontrakan ini adalah Mahasiswa PEMBEBASAN asal HALMAHERA SELATAN sebuah kabupaten di Propinsi Maluku Utara. Semakin hari saya semakin memahami ternyata dizaman apapun yang namanya Mahasiswa perantau selalu dihimpit persoalan amunisi pendanaan, oleh karena ini mereka harus tinggal dalam sebuah kebersamaan agar bisa saling membatu dikala ada yang belum mendapat kiriman. Dalam guyonan itu kami sempat berujar ternyata yang mpunyai kehidupan selalu mempertemukan kita yang senasib dalam hal ini antara Serikat Buruh yang kere dengan organisasi gerakan Mahasiswa yang juga kere hehehehehehe namun ungkapan ini bukan mau melecehkan namun sekedar refleksi agar selalu saling menguatkan.

Pisang Goreng dan Dabu – dabu menjadi menu berbuka Puasa.  
Kepindahan Mahasiswa PEMBEBASABN  yang juga adalah Mahasiswa asal HALMAHERA SELATAN yang beragama Islam memberi warna tersendiri dalam dialektika yang kami bangun setiap hari apalagi dibulan Puasa seperti saat ini. Sejak Pemerintah menetapkan awal bulan Puasa tahun 2013 dimulai dari tanggal 10 Juli 2013 maka sejak itu kontrakan ini sangat bernafaskan Islami namun Islami tidak seperti yang dipahami oleh kebanyakan kita karena selain kegiatan keIslaman semakin terasa namun kami yang tidak berpuasapun mendapat tempat dengan melakukan aktifitas kami sebagai orang yang tidak menjalani Puasa. 

Dalam keseharian menjalani aktifitas di bulan Puasa ini setiap sore ada dua gadis Mahasiswi seasal dengan Mahasiswa yang bersama kami berbagi menempati kontrakan di Jl. Paseban Barat Gang II mendatangi kontrakan ini untuk membantu mempersiapkan menu berbuka puasa bersama. Berbuka Puasa bagi kebanyakan orang identik dengan kemewahan namun tidak untuk para Mahasiswa asal HALMAHERA SELATAN karena cukup dengan mengucapkan Bismilah dan meneguk segelas teh manis hangat sudah merupakan sebuah kemewahan. 

Hari Rabu 17 juli 2013 menjadi hari yang tak terlupakan oleh saya dan juga lain yang bukan pemeluk Muslim, karena seperti biasa kedua gadis Mahasiswi kembali menadatangi kontrakan kami dengan menenteng kantong plastik yang berisi pisang serta keperluan lain, sesampai dikontrakan mereka langsung mempersiapkan menu untuk berbuka puasa. Saat menu untuk berbuka sudah disiapkan saya dan Bung Ramses dipanggil untuk ikut merasakan kebersamaan dalam kebahagiaan yang mereka rasakan. Insting saya langsung tergerak mengambil Kamera untuk mengabadikan moment itu. Buat saya ini moment yang unik karena saat melihat menu yang dihidangkan ternyata berupa “TEH MANIS, PISANG GORENG DAN DABU – DABU”. Melihat menu yang dihidangkan hati saya tergelitik untuk mencobanya namun Bung Ramses yang dipanggil tidak menampakan dirinya maka saya harus mendatangi dirinya yang selama ini memilih sebuah kamar kecil di lantai atas boleh dilukiskan demikian namun saat saya menemui dirinya ternyata beliau sedang terlelap. Ketika saya sedang membangunkan Bung Ramses salah seorang dari Gadis Mahasiswi mendatangi kami dengan membawa sepiring Pisang Goreng dan semangkok Dabu – dabu untuk kami berdua. Menerima antaran itu kami langsung menikmatinya hingga habis, setelah selesai menikmati sepiring Pisang Goreng dan semangkok Dabu – dabu saya dan Bung Ramses berangkat menuju kediaman Bung Herman di Jatiwaringin Pondok Gede karena ada sebuah keperluan. 

Dalam perjalan menuju Jatiwaringin Podok Gede saya saya tergerak untuk mengabadikan peristiwa unik ini dalam sebuah catatan yang tersimpan dalam Blog saya sebagai sebuah kenang – kenangan. Sebuah kenang – kenangan Berbuka Puasa bersama dalam kesederhanaan penuh kegembiraan walau hanya dengan PISANG GORENG DAN DABU – DABU bersama Mahasiswwa PEMBEBASAN asal HALMAHERA SELATAN. Selamat menjalani Ibada Puasa semoga selalu mendatangkan Rahmat kebahagiaan bagi sesama walau dalam kesederhanaan.



Jakarta, 17 Juli 2013

Andreas Soge
Paseban Barat Gang II

Jumat, 25 Januari 2013

Unknown

Unjuk Gigi

Membaca judul coretan ini pikiran kita langsung tertuju kepada seseorang yang ingin menunjukan kemampuannya, namun coba kita tinggal sejenak hubungan antara unjuk gigi yang berarti menunjukan kemampuan dengan unjuk gigi yang satu ini.

Kamis 24 Januari 2013 saat ulang tahun Tunanganku kami mengundang semua teman - teman Pengurus Kolektif DPN Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) untuk makan siang bersama di Rumah Kontrakan di Perumahan Harapan Baru Bekasi Barat. Saat setelah makan siang untuk mengisi waktu kami berdiskusi lepas dengan berbagai topik yang kami angkat menjadi topik diskusi kami saat itu. Ada hal yang menarik karena diskusi ini juga sempat membicarakan sistem pengorganisasian yang seharusnya dilakukan oleh setiap Organisasi yang ingin menjadi sebuah organisasi gerakan perubahan.

Berhubung saat itu ada Bung Azis dari komunitas Anarko maka beberapa teman bertanya ingin mengetahui konsep Anarko membangun komunitas ini karena perlu kita ketahui komunitas ini banyak beranggotakan kaum yang memilih hidup bebas seperti kaum Punk/anak - anak Punk. Kalau membicarakan komunitas ini maka kita menemukan gaya hidup bebas ini bisa diamini dengan jawaban Bung Azis atas pertanyaan beberapa teman bahwa Komunita Anarko tidak mempunyai sekretariat mereka bisa numpang tidur dimana saja mereka mau dan diterima oleh yang punya tempat.

Saat sedang seru - serunya diskusi saya nyeletuk sekali-kali saat aksi dan kalau SBMI didaulat menyampaikan orasi siapapun yang naik atas nama SBMI memanggil kita semua naik ke Mobil Komando atau Panggung dan menyampaikan saatnya SBMI unjuk gigi dengan semua yang ada di Mobil Komando atau Pangguang nyengir menampilkan giginya masing - masing, mendengar itu dan saat saya dan Bung Suparman mempraktekan itu semua ketawa terkekeh - kekeh. Selamat unjuk gigi....

Andreas Soge



Rabu, 31 Oktober 2012

Unknown

SD Inpres Latonliwo, Kondisi Terkini Almamaterku


Sebuah catatan.

Kondisi SD Inpres Latonliwo dilihat dari luar
Saya tidak tahu Kondisi sekolah Dasar (SD) di semua desa yang berada di Flotim namun saya sedikit ingin meluapkan isi hati atas kondisi almamater saya SD Inpres Latonliwo.

Sekolah ini hadir pertama kali pada tahun 1976 saat itu masih berada didusun Hurit  dan tergabung dalam  desa Latonliwo. Pada tahun 1992 tepatnya tanggal 12 Desember 1992 seperti kita semua ketahui terjadi bencana alam Gempa Bumi yang yang disertai dengan Tshunami dimana dusun Hurit tidak luput dari kehancuran maka oleh pemerintah dan kesepakatan masyarakat dua dusun yakni Hurit dan Tone dipindah ke lokasi yang baru yang diberi nama Basira.

Dengan dipindahkannya dua dusun ini maka dengan sendirinya kedua sekolah yang berada dikedua dusun ini yakni SD Inpres Latonliwo yang berada di dusun Hurit dan SD Inpres Tone yang berada di Dusun Tone ikut dipindahkan. Dalam perjalanan waktu sebagian masyarakat yang sebelum bencana yang disertai Tshunami menetap di Dusun Tone memilih untuk tidak mengikut keputusan yang telah disepakat bersama dengan pemerintah kabupaten Flotim saat itu dengan kembali kelokasi lama dusun Tone berada. Perpindahan kembali masyarakat Dusun Tone ini juga sempat menimbulkan polemik tetapi dengan kearifan local yang dimiliki masyarakat maka polemic itu bisa diselesaikan dengan baik.

Ketika Bulan Mei 2012 yang baru lewat saat saya kembali mengunjungi kampung tercinta, saya sempat diundang para Guru dan Orangtua wali yang anaknya sedang mengikut Ujian Nasional atau entah apa namanya ujian itu untuk datang bercekerama dengan peserta didik, pengawas yang mengawasi UN, para guru dan orangtua wali untuk makan bersama. Dalam kebersamaan itu kami sempat saling berbagi cerita dan cerita yang menarik perhatian saya yakni kondisi terkini sekolah SD Inpres Latonliwo yang tak lain Almamaterku sendiri. Cerita I ni lebih pada keluh kesah atas kondisi sekolah yang bisa dikatakan sangat memprihatinkan.
Dari 6 ruang kelas semua dalam kondisi rusak parah, dindingnya sudah bolong sana sini, tempat duduk banyak yang sudah tidak layak lagi diduduki, kalaupun ada yang maih layak satu meja belajar ditempati lebih dari dua orang.  Kondisi ini semakin diperparah karena berita terakhir murid baru tahun ajaran 2012/2013 terpaksa duduk ditikar saat mengikuti belajar. Apalagi kalau kita mau memanfaatkan toilet yang ada di Sekolah ini maka siap kembali kejaman batu..

Dengan kondisi ini kita menuntut agar posisi rangking kelulusan bisa berubah daru juru kunci menjadi lebih baik. Semoga saja kita bisa membumi melihat kondisi ini.

Cipinang Kebembem No 10